Peningkatan Hasil Belajar PPKn Tentang Keberagaman Suku, Bangsa, Sosial Dan Budaya Di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman

  • Hari Mulyani Sekolah Dasar Negeri Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Keywords: hasil belajar, keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya, bowling kampus

Abstract

Fenomena yang terjadi di Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada kompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia sangat rendah, yakni 38,46% dari jumlah 13 siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,69. Masalah ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan akibat yang fatal pada siswa. Penerapan model pembelajaran Bowling Kampus, merupakan sebuah penawaran peneliti dalam memecahkan masalah dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep pelajaran berkompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep pelajaran berkompetensi dasar tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan materi ajar berkompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,31; siklus II 76,93, dan siklus III 81,92. Selain itu ditandai pula adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 69,23%, siklus II menjadi 76,93%, pada siklus III mencapai 100%.

References

Bogdan, R. C. & Biklen, S. K. 1982. Qualitative Research in Education. Boston: Allyn & Bacon.

Depdiknas. 2006. Panduan Pengelolaan Sekolah. Jakarta : Peningkatan Manajemen Sekolah

Depdiknas. Pedoman Teknis Pelaksanaan Classroom Action Research. Jakarta : Dirjen Dikmen.

Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Melvin, L. Silberman. 2006. Active Learning. Bandung : Nusamedia.

Miles, M. B., & Hubermen, A. M. 1984. Analisis Data Qualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta : Universitas Indonesia.

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Spradley, J. P. 1980. Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston

Published
2020-01-02
How to Cite
Mulyani, H. (2020). Peningkatan Hasil Belajar PPKn Tentang Keberagaman Suku, Bangsa, Sosial Dan Budaya Di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman. Wahana Kreatifitas Pendidik (WKP), 3(1), 43-50. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/WKP/article/view/417

Article metrics

Abstract views : 2