Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Perkembangan Sosial Remaja Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku

  • Wiwik Suharti Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan
Keywords: pemahaman, perkembangan sosial remaja, Inquiry

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling khususnya pada topik layanan Perkembangan Sosial Remaja sangat rendah. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Inquiry. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Inquiry diharapkan minimal 90% dari jumlah siswa memahami konsep Perkembangan Sosial Remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman topik layanan Perkembangan Sosial Remaja melalui strategi pembelajaran Inquiry pada siswa Kelas VII B, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan Kemampuan Mendefinisikan Perkembangan Sosial Remaja pada Layanan Bimbingan dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan strategi pembelajaran Inquiry dalam meningkatkan pemahaman dalam layanan Bimbingan dan Konseling ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,00; siklus II 78,33, dan siklus III 83,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 76,67%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 93,33%.

References

Abdurrahman, M., & Bintoro, T. 2000. Memahami dan Menangani Siswa dengan Problema dalam Belajar : Pedoman Guru. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP, Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Dirjen Dikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional.

Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Miles, M.B., & Hubermen, A.M. 1984. Analisis Data Qualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Universitas Indonesia Jakarta.

Moleong, L. J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Penerbit Tarsito

Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang

Soekamto, H. 2001. Peranan Strategi Pembelajaran yang Menekankan pada Aktivitas Siswa dalam Meningkatkan Minat dan Prestasi Siswa Mata Pelajaran IPS-Geografi. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Vol. 3 No. 9, 10.

Winkel. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

Zuriah, N. 2003. Penelitian Tindakan dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Edisi Pertama. Malang: Bayu Media Publishing.

Published
2020-01-03
How to Cite
Suharti, W. (2020). Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Perkembangan Sosial Remaja Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku. Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK), 3(1), 25-31. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JUREVDIK/article/view/439

Article metrics

Abstract views : 2