Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Kalimat Declarative, Interrogative, Simple Present Tense Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Pringkuku

  • Sulistyo Rahaju Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan
Keywords: kemampuan, kalimat declarative, interrogative, simple present tense, examples non examples

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,38. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Examples Non Examples, diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis melalui metode Examples Non Examples pada siswa Kelas VII D, SMP Negeri 1 Pringkuku Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,25; siklus II 76,25; dan siklus III 78,03. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 64,28%, siklus II 75,00%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,42%.

References

Arend, Ruchardl. 2005. Learninng to Teach. Jakarta : Pustaka Pelajar.

Bogdan, R.C. & Biklen, S. K. 1982. Qualitative Reseach in Education. Boston : Allyn & Bacon.

Guba, E. G. & Lincoln, Y. S. 1981. Effective Evaluation. San Francisco : Jossey Bass Publishers.

Ghony, Djunaidi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : UIN Malang-Press.

Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Hamalik, O. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Miles, M. B., & Hubermen, A. M. 1984. Analisis Data Qualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta : Universitas Indonesia.

Moleong, L. J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Spradley, J. P. 1980. Participant Observation. New York : Holt, Rinehart and Winston

Uno, Hamzah. 2004. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Published
2020-01-03
How to Cite
Rahaju, S. (2020). Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Kalimat Declarative, Interrogative, Simple Present Tense Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Pringkuku. Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK), 3(1), 10-16. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JUREVDIK/article/view/437

Article metrics

Abstract views : 33