Kemampuan Meningkatkan Aktifitas Belajar Pada Layanan Bimbingan Konseling Melalui Pendekatan Kooperatif Model Think-Pair-Share Dengan Authentic Assessment Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 5 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran

  • PURNOMO, S.Pd. M.Pd. SMP Negeri 5 Sudimoro, Kabupaten Pacitan
Keywords: Pendekatan Kooperatif Model Think-Pair-Share dengan Authentic Assessment

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam suatu siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi serta tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran Think-Pair-Share dan Authentic Assessment yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 88,12%. Pada Siklus I dua siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal dan menoleh kiri kanan untuk meminta jawaban dari teman. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentasi siswa yang mencapai ketuntasan belajar rata-rata 20,5%, dua siswa kurang memahami materi, sehingga nilainya masih rendah. Pada Siklus II dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentase peningkatan prestasi belajar siswa rata-rata adalah 15%. Dari data hasil yang diperoleh dari tes siklus II dan satu siswa kurang memahami materi, sehingga nilai yang diperoleh masih rendah, bahkan tidak mengalami kenaikan. Pada Siklus III dari hasil tes akhir ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa jika dibandingkan dengan pada saat siklus ke II, rata-rata 11,5%. Dan satu siswa sudah mengalami peningkatan prestasi hasil tes sebesar 22,5%. Serta Pengajaran yang diberikan secara berulang-ulang dengan media kepada siswa terutama satu siswa dapat Mengupayakan prestasi belajarnya. Yang dapat disimpulkan Bahwa Prestasi belajar siswa yang diperoleh mengalami kenaikan rata-rata secara keseluruhan 12,36%dsalam setiap siklus subyek penelitian dalam mengerjakan soal siklus mengalami kenaikan. Dan data di atas hasil prestasi belajar yang diperoleh siswa pada awal siklus dan akhir siklus mengalami kenaikan sebesar 7,7%. Dari lima siswa, satu siswa mengalami kenaikan mencapai 60%, tetapi masih dibawah kurang (<75%). Sehingga dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.

 

References

LatLtheru, JD. 1988. Media Pembelajaran: Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta. P2LPTK Dirjen Dikti. Depdikbud.

Hakim, Lukman. 1996. Penelitian Siklus. Jakarta. P2LPTK. Dirjen Dikti. Depdikbud.

Subiyanto. 1988.. Evaluasi Pendidikan Bimbingan Konseling . Jakarta. Depdikbud.

Sudjana, Nana, Rival. 1991. Media Pengajaran (Penggunaan dan pembuatannya). Bandung : Sinar Baru Bandung.

Sugiyanto. 1992. Memahami Sepuluh Kemampuan Dasar Guru . Media Pembinaan Pendidikan.

Sugiyanto. 1998. Penelitian Siklus Kelas : Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Depdikbud.

Surjabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rajawali.

Susilo, Herawati. 1995. Penilaian Siklus Apa Dan Mengapa. Disajikan di dalam Seminar. Fakultas FP MIPA. IKIP Malang : Malang, 2 Februari 1995

Published
2021-10-24
How to Cite
S.Pd. M.Pd., P. (2021). Kemampuan Meningkatkan Aktifitas Belajar Pada Layanan Bimbingan Konseling Melalui Pendekatan Kooperatif Model Think-Pair-Share Dengan Authentic Assessment Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 5 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran. Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK), 4(3), 49-55. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JUREVDIK/article/view/1121

Article metrics

Abstract views : 3