Peningkatan Kinerja Guru SD Negeri Kejayan 1 Kabupaten Bondowoso Dalam Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kelas Tahun Pelajaran 2019/2020

  • Ruhaniyah, S.Pd SD Negeri Kejayan 1, Kec. Pujer, Kab. Bondowoso
Keywords: kinerja guru, profesional, supervisi kelas

Abstract

Tidak semua guru memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan atau kelemahannya sebagai guru yang proesional. Kartu mandiri  merupakan salah satu cara untuk membuat segala sesuatu menjadi transparan. Guru mampu menuangkan permasalahan kinerjanya pada kartu tersebut. Kreativitas dari seorang pimpinan merupakan sikap yang harus terus dipupuk dan dikembangkan. Memotivasi guru untuk menunjukkan profesionalisme merupakan wujud nyata tindakan kepala sekolah pada kompetensi supervisi. Dari hasil tindakan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:”Teknik Supervisi Kelas dapat digunakan untuk  menumbuhkan kinerja guru dalam mengembangkan  profesionalismenya”. Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi. Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, serta kinerjanya. Hasil pengamatan dokumen administrasi pembelajara pada siklus I nilai rata-rata 71 karena ada 4 orang guru yang mendapat nilai baik, 4 orang guru mendapat nilai sedang, sedangkan untuk siklus II diperoleh data nilai rata-rata 80 karena ada 2 orang guru yang mendapat nilai baik sekali, 6 orang guru mendapat nilai baik. Hasil pengamatan proses pembelajaran rata-rata 67 karena karena ada 3 guru yang mendapat nilai baik dan 5 guru masih mendapat nilai sedang. sedangkan untuk siklus II pengamatan proses pembelajaran rata-rata 81 karena semua guru mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil tidak dilakukan lagi dengan siklus berikutnya

References

Ambarjaya, Beni.S. 2008. Model-Model Pembelajaran Kreatif. Bandung: Tinta Emas.

Depdiknas. 2007. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Guru. Jakarta: Depdiknas

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan. 2009. Bahan Belajar Mandiri Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Jakarta: Depdiknas.

E.Mulyasa. 2008. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Hartati Sukirman, dkk. 1999. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. FIP IKIP Yogyakarta.

Hendiyat Soetopo dan Wasty. 1998. Kepemimpinan Yang Efektif. Yogyakarta : Gadjah Mada University.

Moh. Uzer Usman. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Ngalim Purwanto. (2003). Administrasi dan supervisi pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Piet Sahertian. (2000). Konsep dasar dan tehnik supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Suparno. 2008. Pengembangan Profesionalitas Guru. Malang: Depdiknas. Universitas Negeri Malang.

Udik Budi Wibowo. 1994. Profesionalisme Kepala Sekolah. FIP IKIP Yogyakarta.

Published
2020-11-03
How to Cite
S.Pd, R. (2020). Peningkatan Kinerja Guru SD Negeri Kejayan 1 Kabupaten Bondowoso Dalam Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kelas Tahun Pelajaran 2019/2020. Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP), 5(3), 31-38. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JRP/article/view/676

Article metrics

Abstract views : 12