Peningkatan Hasil Belajar Membedakan Berbagai Bunyi Bahasa Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas I-B SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo

  • Nurul Pangestuti, S.Pd SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo
Keywords: hasil belajar, bunyi bahasa, elaborasi (EB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar membedakan berbagai bunyi bahasa sangat rendah, yakni hanya 53,33% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam pembelajaran berkompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas I-B, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi Siswa Kelas I-B SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I  67,33; siklus II 73,67, dan siklus III 80,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 73,33%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.

References

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2003. Model Penilaian Kelas. BSNP Jakarta

BSNP. 2007. Model Penilaian Kelas. Jakarta : Dirjen Dikdasmen Depdiknas.

Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.

Ghony, Djunaidi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : UIN Malang.

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Hamzah, B.Uno. 2005. Model Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang

Noehi, Nasution. 1999. Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.

Soekamto, H. 2001. Peranan Strategi Pembelajaran yang Menekankan pada Aktivitas Siswa dalam Meningkatkan Minat dan Prestasi Siswa Muatan Pelajaran IPS-Geografi. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Vol. 3 No. 9, 10.

Zuriah, N. 2003. Penelitian Tindakan dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Edisi Pertama. Malang: Bayu Media Publishing.

Published
2021-10-24
How to Cite
Pangestuti, S.Pd, N. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Membedakan Berbagai Bunyi Bahasa Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas I-B SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP), 6(3), 67-74. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JRP/article/view/1112

Article metrics

Abstract views : 6