Penerapan Konseling Kelompok Dengan Strategi Thought Stopping Sebagai Upaya Penanganan Siswa Stress Karena Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014

  • Musiran Musiran SMP Negeri 1 Ngronggot Kabupaten Nganjuk
Keywords: konseling kelompok, strategi thought stopping, penanganan siswa stress

Abstract

Stress tidak saja dialami oleh orang tua/dewasa tapi juga orang muda, remaja, anak-anak, bahkan bayi. Masa remaja saat mereka mencari identitas diri, sosialisasi bersama teman, mencoba sesuatu yang baru, tentulah gampang sekali mereka terkena stress. Tempat mereka curhat selain pada teman, orang tua, mungkin juga pada guru pembimbing (konselor). Peran konselor untuk membantu mereka tentu saja tidak lepas dari sikap profesionalisme guru dalam mengimplementasikan salah satu strategi konseling. Dengan strategi ini diharapkan bisa membantu para siswa (klien) sebagai remaja mengatasi rasa bosan, jenuh, dan bahkan stress yang mungkin dialami. Dengan implementasi strategi ini mereka dibantu untuk mengontrol, menekan dan menghilangkan kesadaran atau pikiran-pikiran negatif baik dengan cara diarahkan oleh konselor (Overt Interuption Conselor) maupun Thought Stopping yang diarahkan oleh klien sendiri (Covert Interuption). Kemudian mengganti pikiran-pikiran negatif dengan pikiran asentif, positif dan netral. Pada PTBK ini konselor melaksanakan Thought Stopping kepada siswa selamaa 2 siklus, dan dibantu pengamatan oleh guru kolaborator. Para siswa yang mendapatkan perlakuan strategi ini adalah siswa yang kebetulan juga yang harus mendapat perhatian di kelasnya, baik dilihat dari prestasi akademi maupun kehadirannya di kelas (hanya beberapa saja) dan juga tingkah lakunya di sekolah. Setelah pelaksanaan PTBK ini bisa ditarik kesimpulan bahwa ada 5 siswa yang mengalam, perubahan menjadi bisa mengatasi pikiran negatifnya, ada 6 siswa yang masih butuh bimbingan dan perhatian tersendiri dari konselor, guru bidang studi, wali kelas serta orang tua. Konselor dalam hal ini akan menindak lanjuti dengan konseling individu serta pendampingan siswa kurang prestasi, bersama orang tua dan sekolah membina siswa untuk membantu mencapai jalan menapaki masa depan.

References

Bimo, Walgito. 1981. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Hamalik. 1995. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak.PSikologi UGM.

Cormier (1995) Teori-Teori Konseling, Bandung : Pustaka Bani Quraisy.

Goleman. (2003) Mental Hygiene, Bandung : Pustaka bani Quraisy.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke-3 (2001) Jakarta : Balai Pustaka.

Nursalim, Mochamad (2005) makalah Seminar Strategi Konseling Untuk Guru BK.

Naik, Anita (2005) Strees ? Enjoy Aja Gitu Loh !, Bandung : Mizan Grafika Sarana.

Rohani, Wining (2003) Tips Hidup Enjoy Di Masa Remaja. Yogjakarta : Gloria Graffa.

Sukidin, Basrowi, Suranto (2002) Manajemen penelitian Kelas : Insan Cendikia.

Sulaeman, Dadang, DR (1995) psikologi Remaja Dimensi-Dimensi Perkem-bangan, Bandung : Mandarmaju.

Surya Muhammad, Dr. Prof. (2004) Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, Bandung : Pustaka Bani Quraisy.

Shelley E, Taylor. 2003. Manajemen Bimbingan dan Konseling di SMA Kurikulum 2004; Jakarta; PT Gramedia.

Published
2021-10-22
How to Cite
Musiran, M. (2021). Penerapan Konseling Kelompok Dengan Strategi Thought Stopping Sebagai Upaya Penanganan Siswa Stress Karena Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidik Profesional Mandiri (JPPM), 1(2), 21-26. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JPPM/article/view/1062

Article metrics

Abstract views : 13