Pemanfaatan Model Pembelajaran Modifikasi Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021

  • Nur Endrawati SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan
Keywords: prestasi belajar, Modifikasi numbered head together

Abstract

Kompetensi yang diharapkan dari pokok bahasan ini adalah kemampuan menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia. Pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 66.56 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 32 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dan Pada Siklus II didapatkan nilai rata-rata siswa adalah 92.66 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dari siklus 2 ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berhasil mencapai apa yang sudah ditargetkan. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapakan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang ditunjukkan dengan peningkatan kualitas prestasi siswa secara menyeluruh. Ditinjau dari hasil belajar yang ditunjukkan oleh nilai test pada siklus 1 dan 2, maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran ini sudah berhasil. Kekurangan yang terdapat pada Siklus 1, sudah diperbaiki pada siklus 2. sehingga pada saat observasi dan refleksi pada siklus 2, sudah diperoleh gambaran yang menunjukkan peningkatan kualitas belajar siswa. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan diberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang sesuai dengan materi pokok bahasan yang harus dipelajari oleh siswa. Hal ini juga nampaknya dipengaruhi oleh gairah beljar yang dimiliki, karena model pembelajaran yang monoton saja akan membuat siswa bosan dan menganggap proses pembelajaran bukanlah suatu hal yang menarik. Kegairahan belajar siswa juga ditunjukkan dengan partisipasi mereka yang meningkat selama diskusi berlangsung, ataupun juga kesiapan pada saat mereka harus saling bertukar peran. Kasus di atas terdiri dari dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subyek (dalam hal ini adalah para murid) mendapat pengukuran yang sama yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Sehingga dinyatakan Tuntas.

References

Badrika, I Wayan. 2004. Ilmu Pengetahuan Alam SMA. Erlangga.

Guilford & Fruehter B. 1987. Fundamental Statistics in Psychologi and Education. McGrow-Hill International Edition.

Kepustakaan Medikbud No.054/U/1993. Bab IX pasal 19 ayat 2

Nasution, S. 1987. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bina Aksara.

Pasaribu & Simanjuntak (1993). Proses Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito

Singgih Santoso. 2003. SPSS Versi 10 : Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Jakarta. Elex Media Computindo.

Slameto.1988. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bina Aksara.

Tabrani, Dkk. 1994. Pendekatan dalam Proses Belejar Mengajar. Remaja Rosdakarya.

Windardi (1999). Pengenalan Model Modifikasi Numbered Head Together. Malang : PPG Ilmu Pengetahuan AlamI.

Winkel. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

Zainal ariftn. 1989. Evaluasi Instruksional. Jakarta : Gramedia.

Published
2022-06-04
How to Cite
Endrawati, N. (2022). Pemanfaatan Model Pembelajaran Modifikasi Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Profesi Dan Keahlian Guru (JPKG), 3(2), 16-21. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JPKG/article/view/1327

Article metrics

Abstract views : 7