Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Alat Ukur Jangka Sorong Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas XI TPM D SMK Negeri 1 Jenangan

  • Katenan Katenan SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo
Keywords: keterampilan, jangka sorong, Learning Expeditions

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa dalam mata pelajaran Kompetensi Kejuruan khususnya pada kompetensi dasar Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) sangat rendah, yakni hanya 52,94% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,12. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas XI TPM D SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Kompetensi Kejuruan kompetensi dasar Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,00; siklus II 74,56,  dan siklus III 83,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 73,53%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 88,24%.

References

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2007. Model Penilaian Kelas. Jakarta: BSNP

Dirjen.Dikdasmen,1997. Sistem Pembinaan Profesional Guru. Jakarta: CV. Dwi Tunggal.

Ghony, Djunaidi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UIN Malang.

Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hamzah, B.Uno. 2006. Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Noehi, Nasution. 1999. Evaluasi Pengajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

Permalink | Comments (166) | Email this | Tags: penelitian kualitatif 10.27 (Suyatno.Diposing di 46.00.0 komentar)

Silberman, Mel. 2006. Active Learning. Boston.

Published
2021-10-23
How to Cite
Katenan, K. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Alat Ukur Jangka Sorong Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas XI TPM D SMK Negeri 1 Jenangan. Jurnal Profesi Dan Keahlian Guru (JPKG), 2(3), 10-16. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JPKG/article/view/1089

Article metrics

Abstract views : 49