Peningkatan Profesionalisme Guru Dalam Prosesbelajar Mengajar Melalui School Based Inset Di SDN Bendelan 2 Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020

  • Sukir, S.Pd. SD Negeri Bendelan 2 Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso
Keywords: Profesionalisme Guru, School Based Inset, Proses Belajar Mengajar

Abstract

Upaya peningkatan pendidikan, terkait dengan status guru sebagai pelaksanaan pendidikan yang berhadapan langsung dengan siswa ketika proses belajar berlangsung. Dalam hal ini diperlukan tenaga pengajar yang baik dan bermoral tinggi, seperti yang dikemukakan oleh Hadari Nawawi dalam bukunya yang berjudul “ Administrasi pendidikan,” bahwa guru sebagai suatu profesi, menuntut keahlian dan profesi khusus dalam bidang pendidikan dan pengajaran, sifat keahlian itulah yang memberikan bagi mereka dalam kehidupan masyarakat. Berdasar pada pendahuluan diatas maka rumusan masalah penelitian tindakan sekolah ini adalah: 1). Bagaimana penyelenggaraan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 ? 2). Bagaimana peranan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020? 3). Apakah ada perbedaan yang signifikan pada penyelenggaraan School Based Inset untuk meningkatkan profesional guru dalam prosesbelajar mengajar di SDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 Hasil Penelitian tindakan sekolah mulai siklus I dan siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). School Based Inset di SD Negeri Bandelan 2 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso menjadi instrumen yang sangat penting guna memajukan sistem pengajaran di kelas. 2). School Based Inset mempunyai peranan penting bagi upaya peningkatan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebab menjadikan guru lebih maju, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern. 3). Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diadakan School Based Inset dengan rata-rata prosentase pada siklus I 63,00%, dan rata-rata prosentase pada siklus II sebesar 84,00% sehingga dapat membuktikan bahwa School Based Inset dapat meningkatkan profesionalisme guru.

References

Ahmad Rohani,2010 “Pengelolaan Pengajaran”, Jakarta: PT Rineka Cipta,

Djamarah, S.B., dan Zain, A., 2006. Strategi Belajar Mengajar (Edis Revisi).Jakarta : Rineka Cipta.

E. Mulyasa, 2011.“Menjadi Guru Profesional, ”Bandung : PT Remaja Rosda Karya,

Erjati Abas, 2012.Menuju Sekolah Mandiri, Jakarta: PT Gramedia.

Jamil Suprihatiningrum, 2013. Guru Profesional, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Kokom Komalasari, 2013.“Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi”, Bandung, Refika Aditama.

Kunandar . 2007.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Namsa, M.Yunus, 2006. Kiprah Baru Profesi Guru Indonsia Wawasan Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Pustaka Mapan.

Oemar Hamalik, 2006. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Jakarta: PT. Bumi Aksara,

Sanjaya, W., 2006.Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media.

Sudjana, N., dan Ibrahim. 2004. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:Sinar Baru Algesindo.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2010.“Strategi Belajar Mengajar”, Jakarta:Rineka Cipta

Syaiful Sagala, 2011. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, Bandung: Alfabeta.

Usman, M. Uzer, 2006. Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Published
2021-01-09

Article metrics

Abstract views : 15