Laporan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling Upaya Mereduksi Perilaku Bullying Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Pada Siswa SMP Negeri 1 Ngoro

  • Fajar Ari Putriani Guru BK SMP I Ngoro – Jombang - Jatim
Keywords: role play, bullying, bimbingan kelompok

Abstract

Role play adalah campuran antara terapi conditioned refleks (reflek terkondisi) dari salter, teknik psikodrama dari Moreno, dan fixed role terapy (terapi peran tetap) dari Kelly. Kemendikbud menyebutkan 4 macam di antaranya, bullying secara verbal, bullying secara sosial, bullying secara fisik dan bullying secara cyber. Korban bullying rentan mengalami masalah kesehatan fisik dan mental. Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang dilaksanakan dalam suatu kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok sehingga anggota dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh manfaat dari  pembahasan topik masalah. Instrumen data penelitian berupa angket. Dengan menggunakan kertas, kuesioner dibagikan kepada 10 responden siswa. Waktu penelitian akan menyesuaikan dengan jadwal pelayanan bimbingan konseling yakni 1 JP setiap minggu. Penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dengan menggunakan teknik role playing dapat diharapkan bahwa dapat mereduksi perilaku bullying. Sehingga siswa dapat memiliki pemahaman lebih tentang perilaku bullying. Selain itu, siswa akan tidak lagi melakukan perilaku bullying. Terdapat peningkatan pada pemahaman siswa tentang perilaku bullying. Pada siklus I sebanyak 45% sedangkan pada siklus II sebanyak 51,66 % siswa memiliki pengetahuan yang kuat tentang bahaya, penyebab dan dampak buruk dari perilaku bullying. Siswa pun sangat setuju dengan penggunaan teknik role playing dalam pemberian layanan bimbingan kelompok dapat mereduksi perilaku bullying siswa. Karena sebanyak 76,67% siswa menyatakan teknik role playing dapat mereduksi perilaku bullying disekolah. Siswa sangat menyukai role play dalam pelaksanaan bimbingan kelompok. Setelah melaksanakan role playing ini responden menjadi pelopor anti bullying di sekolah. Serta pengalaman yang dipetik siswa dari bertukar cerita ketika role play pada pelaksanaan bimbingan kelompok.

References

Baroroh, K. (2011). Upaya meningkatkan nilai-nilai karakter peserta didik melalui penerapan metode role playing. Jurnal Ekonomi dan pendidikan, 8(2).

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2006). Strategi belajar mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Gamon, D., & Bragdon, A. D. (2005). Cara baru mengasah otak dengan asyik: temuan-temuan mutakhir tentang kinerja dan struktur otak plus permainan-permainan heboh untuk mengasah 6 zona kecerdasan. Kaifa.

Komalasari, G., & Wahyuni, E. (2011). Teori dan teknik konseling. Jakarta: Indeks.

Luddin, A. B. M. (2010). Dasar dasar konseling. Bandung: Pustaka Media Perintis

Mutiyaningsih, E. (2011). Riset Terapan Bidang Pendidikan dan Teknik. Yogyakarta: UNY Press.

Popytasari, H. (2021). Teknik Role Playing dalam Bimbingan dan Konseling untuk Perilaku Bullying di Sekolah Menengah. Jurnal Fokus Konseling, 7(2), 76-89.

Prayitno & Amti, E. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rahmi S. 2021. Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press

Rusmana, N., (2009). Bimbingan dan Konseling Kelompok Disekolah (Metode, Teknik dan Aplikasi). Bandung: PT Rizqi Press.

Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sukamdinata, N.S. (2005). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Published
2023-04-07
How to Cite
Putriani, F. (2023). Laporan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling Upaya Mereduksi Perilaku Bullying Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Pada Siswa SMP Negeri 1 Ngoro. Jurnal Ilmiah Pendidikan Visioner (JIPV), 4(1), 21-26. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JIPV/article/view/1490

Article metrics

Abstract views : 179