Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Di SMP Negeri 4 Pasirian Satu Atap Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018

  • Hery Yulianto Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang
Keywords: kedisiplinan guru dalam kehadiran mengajar, Reward And Punishment

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran disekolah sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor yang sangat penting antara lain adalah penerapan budaya sekolah kearah peningkatan mutu. Budaya sekolah merupakan hal yang positif yang harus dipertahankan dan dilaksanakan oleh semua warga sekolah tanpa merasa terpaksa.Budaya sekolah yang harus dipertahankan salah satunya adalah masalah kedisiplinan, termasuk disiplin para guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar.Untuk meningkatkan disiplin para guru dapat diupayakan melalui bermacam-macam cara. Dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini, peneliti selaku pengawas SMP mencoba melaksanakan tindakan berupa penerapan Reward And Punishment untuk para guru di SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018.Subyek penelitian ini adalah 4 orang guru SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam dua siklus, karena dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata pada siklus kedua, kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan yakni sebesar 75%.Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan Reward And Punishment kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Reward And Punishmnet dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal kehadiran mengajar di kelas di  SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018. Peningkatan kedisiplinan pada siklus I mencapai 62,5%, sedangkan pada siklus II mencapai 87,5%.

References

Admodiwiro, S. 2000. Manajemen Pendidikan. Jakrta: PT. Ardadizya.

Biatna Dulbert Tampubolon. 2007. “Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasiyang telah menerapkan SNI 19-9001-2001.” jurnal standardisasi 9.3.

Davis. 2002. Manajemen Kelas. Depdikbud: Jakarta.

Heidjrachman dan Husnan. 2002. Profesionalisasi Guru dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.

Heri Jauhari Muchtar. 2007. Fikih. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Likert. 1967. Group Counseling Theory and Process. Chicago: Rand McNally Collega, Publishing Company.

Mulyasa 2013. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Oteng Sutrisno. 1985. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis dan Praktek Professional. Bandung: Angkasa.

Sedarmayanti. 2006. Pengembangan Disiplin Dalam Dunia Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Sinamo, Jansen. 2005. Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika.

Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Published
2022-09-24
How to Cite
Yulianto, H. (2022). Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Di SMP Negeri 4 Pasirian Satu Atap Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Ilmiah Pendidikan Visioner (JIPV), 3(3), 39-45. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JIPV/article/view/1407

Article metrics

Abstract views : 7