Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan

  • Katmono Katmono Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan
Keywords: semangat kerja, supervisi komunikasi administrasi

Abstract

Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peranan komunikasi administrasi dalam meningkatkan semangat kerja guru dasar ini ditandai terjadinya peningkatan skor hasil angket berupa  kenaikan nilai rerata (Mean), mulai siklus pertama sampai siklus ketiga atau putaran terakhir; yaitu : pada siklus I nilai rerata mencapai 107; siklus II nilai rerata mencapai 125,5 berarti terjadi peningkatan sebesar 18,5; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 157 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 31,5. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I  sebesar 0%, siklus II sebesar 25,00% dan akhirnya pada siklus III sebesar 50,00%.

References

Agus, Asyari.(1986). Manajemen Produksi. Yogyakarta: BPFE UGM.

Alek S. Nitisemito.(1982). Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Arikunto, Suharsini. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Moekiyat. (1989). Tata Laksana Kantor. Bandung: Mandar Maju.

Moh.As’ad (1987). Psikolagi Industri. Jogyakarta: Liberty.

Riduwan. (2002). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sarwoto. (1983). Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia.

S.P.Siagian. (1983). Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi. Jakarta: Gunung Agung.

Sukadi.DS. (1988). Komunikasi Administrasi. Surakarta: Sebelas Maret University Press

The Liang Gie.(1987). Administrasi Perkantoran Modern. Jogyakarta : Nur Cahaya

Unong U. Effendi. (1985). Administrasi Komunikasi Teori dan Praktek. Jakarta: Remaja Karya.

Published
2020-01-02
How to Cite
Katmono, K. (2020). Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Jurnal Edukasi Gemilang (JEG), 5(1), 37-44. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JEG/article/view/428

Article metrics

Abstract views : 12