Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Jenis Budaya Indonesia Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas IV SDN 2 Karanglo Kidul Kecamatan Jambon

  • MALIYAT MALIYAT Sekolah Dasar Negeri 2 Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo
Keywords: keterampilan, budaya Indonesia, learning expeditions

Abstract

Pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya hasil nilai mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Jenis Budaya Indonesia sangat rendah, yakni hanya 56,52% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,87. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam menyelesaikan masalah Mengidentifikasi Jenis Budaya Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 1 x 40 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen refleksi, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Mengidentifikasi Jenis Budaya Indonesia melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas IV SDN 2 Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Pendidikan Kewarganegaraan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Jenis Budaya Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,43; siklus II 74,56, dan siklus III 82,61. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 69,56%, siklus II meningkat menjadi 78,26%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 91,30%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Mengidentifikasi Jenis Budaya Indonesia pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

References

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2005. Model Penilaian Kelas. BSNP Jakarta

Dirjen.Dikdasmen,1997. Sistem Pembinaan Profesional Guru. Jakarta : CV. Dwi Tunggal.

Ghony, Djunaidi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : UIN Malang.

Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Hamzah, B.Uno. 2006. Model Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Noehi, Nasution. 1999. Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.

Permalink | Comments (166) | Email this | Tags: penelitian kualitatif 10.27 (Suyatno.Diposing di 46.00.0 komentar)

Silberman, Mel. 2006. Active Learning. Boston.

Published
2018-10-06
How to Cite
MALIYAT, M. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Jenis Budaya Indonesia Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas IV SDN 2 Karanglo Kidul Kecamatan Jambon. Jurnal Edukasi Gemilang (JEG), 3(3), 37-43. Retrieved from https://ejurnalkotamadiun.org/index.php/JEG/article/view/175

Article metrics

Abstract views : 39